Posyandu Delima III Teliah Timur Dusun Gelenter Tuntaskan Layanan 3 Sasaran: PMT Balita dan Bumil Tersalurkan, Lansia Jalani Skrining Bersama Puskesmas, Bidan Desa, dan P3KKB
Sakra Selatan, Lombok Timur – Posyandu Delima III Teliah Timur di Dusun Gelenter, Desa Sakra Selatan, menggelar pelayanan kesehatan rutin pada Sabtu, 13 Juni 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Balai Posyandu Teliah Timur ini dimulai pukul 08.00 WITA dan menyasar tiga kelompok prioritas secara bersamaan: balita, ibu hamil, dan lanjut usia. Bersamaan dengan pemeriksaan, dilakukan pula pembagian Pemberian Makanan Tambahan untuk balita dan ibu hamil sebagai upaya konkret mendukung penurunan stunting dan menjaga kesehatan ibu selama kehamilan.
Sejak pagi, warga Dusun Gelenter sudah memadati lokasi kegiatan. Para ibu datang menggendong balita, ibu hamil hadir didampingi suami atau keluarga, sementara kelompok lansia duduk tertib di area tunggu yang telah disiapkan. Enam kader Posyandu Delima III sigap mengatur alur pelayanan dengan sistem tiga meja. Pembagian ini membuat proses penimbangan, pengukuran, dan pemeriksaan berjalan cepat tanpa menimbulkan antrean panjang.
Pelayanan Posyandu Delima III hari ini diperkuat kolaborasi lintas sektor. Ibu Bidan Desa Sakra Selatan hadir langsung memimpin pelayanan kesehatan ibu dan anak. Dari Puskesmas Sakra, hadir perawat, ahli gizi, dan petugas promosi kesehatan untuk mendukung skrining lansia dan edukasi gizi keluarga. Tim P3KKB Kecamatan Sakra juga turut mendampingi dengan memberikan penyuluhan seputar ketahanan keluarga, perencanaan kehamilan, pencegahan pernikahan usia anak, dan pengasuhan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan. Sinergi ini memastikan warga Dusun Gelenter mendapat layanan promotif, preventif, dan kuratif sederhana dalam satu waktu.
*Layanan Balita: Deteksi Dini dan Intervensi Gizi*
Di meja balita, kegiatan diawali dengan pendaftaran, penimbangan berat badan menggunakan dacin dan timbangan digital, serta pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan atas. Seluruh hasil dicatat di KMS dan buku KIA sebagai bahan evaluasi tumbuh kembang setiap bulan. Bidan desa bersama kader melakukan stimulasi dan deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang agar penanganan bisa dilakukan sejak awal.
Bagi balita yang masuk jadwal, diberikan imunisasi dasar lengkap sesuai usia. Vitamin A kapsul biru dan merah juga dibagikan untuk anak usia 6 sampai 59 bulan. Usai pemeriksaan, setiap balita menerima paket PMT. Menu PMT hari ini terdiri dari bubur sumsum kacang hijau, telur pindang, pisang ambon, dan susu kotak UHT. Menurut ahli gizi Puskesmas Sakra, menu tersebut kaya protein hewani, karbohidrat, vitamin A, dan zat besi yang sangat penting untuk mengejar pertumbuhan dan mencegah stunting pada anak Dusun Gelenter.
*Layanan Ibu Hamil: Pantau Kehamilan, Jaga Asupan*
Pada pos ibu hamil, pemeriksaan dimulai dengan pengukuran tekanan darah, penimbangan berat badan, dan pengukuran LiLA untuk mendeteksi risiko Kekurangan Energi Kronis. Bidan desa memberikan konseling gizi satu per satu, menekankan pentingnya konsumsi makanan beragam, kepatuhan minum tablet tambah darah setiap hari, serta pemeriksaan kehamilan minimal enam kali selama masa kehamilan.
Setiap ibu hamil yang hadir juga menerima paket PMT khusus berisi susu ibu hamil, biskuit fortifikasi zat besi dan asam folat, serta kacang hijau. Bidan desa mengingatkan kembali tanda bahaya kehamilan seperti pendarahan, sakit kepala hebat, pandangan kabur, bengkak di wajah dan tangan, serta gerakan janin berkurang. Ibu hamil diminta segera menghubungi bidan desa atau ke Puskesmas bila mengalami keluhan tersebut. Pendampingan rutin ini diharapkan dapat menekan angka kematian ibu dan bayi di wilayah Desa Sakra Selatan.
*Layanan Lansia: Skrining PTM dan Gerak Bersama*
Posyandu Delima III memberi perhatian khusus pada kelompok lanjut usia. Petugas Puskesmas bersama kader melakukan pemeriksaan tekanan darah, cek gula darah sewaktu, dan penimbangan berat badan. Skrining faktor risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes dilakukan langsung di tempat. Lansia dengan hasil pemeriksaan di atas ambang normal mendapat konseling pola makan dan surat rujukan ke Puskesmas Sakra untuk pemeriksaan lanjutan.
Selain pemeriksaan, lansia mengikuti penyuluhan tentang pola makan rendah garam dan gula, pentingnya tetap aktif bergerak, serta manajemen stres di usia lanjut. Kegiatan ditutup dengan senam lansia selama 20 menit yang dipandu kader. Gerakan ringan ini membantu menjaga kelenturan sendi, melancarkan sirkulasi darah, sekaligus menjadi wadah silaturahmi warga lanjut usia di Teliah Timur.
*Dukungan P3KKB: Perkuat Ketahanan Keluarga*
Tim P3KKB Kecamatan Sakra memanfaatkan momen posyandu untuk menyosialisasikan program Bangga Kencana. Materi yang disampaikan mencakup perencanaan keluarga, manfaat Metode Kontrasepsi Jangka Panjang, pencegahan pernikahan usia anak, dan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan 1000 HPK. Pasangan usia subur yang hadir diajak berdiskusi tentang jarak kelahiran ideal demi kesehatan ibu dan anak. Layanan konsultasi KB juga dibuka bagi warga yang ingin menentukan alat kontrasepsi sesuai kondisi kesehatan.
Kepala Wilayah Dusun Gelenter yang memantau langsung kegiatan mengapresiasi kekompakan kader, bidan desa, puskesmas, dan P3KKB. Ia menyebut tingkat kehadiran sasaran pada bulan Juni mencapai 85 persen, naik dari bulan sebelumnya. Ia mengimbau warga yang belum sempat hadir agar datang pada jadwal berikutnya dan memastikan PMT yang diterima benar-benar dikonsumsi oleh balita dan ibu hamil, bukan untuk anggota keluarga lain.
Kegiatan Posyandu Delima III Teliah Timur berakhir pukul 11.30 WITA. Seluruh rangkaian berjalan tertib dan lancar berkat dukungan Pemerintah Desa Sakra Selatan melalui dana desa untuk operasional posyandu serta pengadaan PMT.
Melalui Posyandu Delima III Teliah Timur, Desa Sakra Selatan terus mendekatkan layanan kesehatan dasar ke masyarakat. Penyaluran PMT bagi balita dan ibu hamil, skrining rutin lansia, serta edukasi keluarga oleh P3KKB menjadi bukti komitmen desa dalam mendukung target nasional penurunan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta pengendalian penyakit tidak menular. Posyandu tetap menjadi ujung tombak mewujudkan Dusun Gelenter yang sehat, mandiri, dan sejahtera.