LABAS Desa Sakra Selatan Lanjutkan Program Pembelajaran Bahasa Adat Sasak untuk Pelestarian Budaya Lokal
Senin, 22 September 2025, kegiatan program lanjutan dari Lembaga Adat Bareng Santun (LABAS) Desa Sakra Selatan kembali digelar dengan semangat tinggi. Program ini merupakan upaya berkelanjutan dalam pembelajaran dan pelestarian bahasa adat Sasak, yang dilaksanakan di kediaman Bapak H. Mastur selaku tutor dan pembina LABAS.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan ini mendapat dukungan penuh dari anggota LABAS, salah satunya Bapak Bapak Kawil, yang turut aktif mengikuti pembelajaran hari tersebut. Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan penggunaan bahasa Sasak di kalangan masyarakat, sekaligus memperkuat ikatan budaya yang menjadi identitas dan warisan leluhur di Desa Sakra Selatan.
LABAS sebagai lembaga adat berperan penting dalam menghidupkan kembali bahasa dan tradisi lokal yang mulai terpinggirkan oleh perkembangan zaman dan bahasa global. Dengan menghadirkan pembina yang berdedikasi seperti Bapak H. Mastur, penyebaran ilmu bahasa Sasak dapat dilakukan secara efektif dan menyenangkan.
Kegiatan pembelajaran ini meliputi pengenalan kosakata, tata bahasa, serta praktik percakapan sehari-hari dalam bahasa Sasak, agar peserta dapat menguasai bahasa tersebut dengan baik dan turut menjadi agen pelestari budaya. Melalui program ini, diharapkan generasi muda dan masyarakat desa lebih bangga serta sadar akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya yang tak ternilai harganya itu.
Langkah LABAS ini merupakan wujud komitmen Desa Sakra Selatan dalam menjaga kekayaan budaya dan identitas lokal, sekaligus menyiapkan fondasi kultural yang kuat untuk masa depan desa. Kegiatan hari ini menunjukkan bahwa pelestarian bahasa adat bukan sekadar tugas formal, tapi sebuah upaya bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat dengan cara yang hangat dan penuh rasa hormat.