Pada hari Jumat, 12 September 2025, Program lanjutan Lembaga Adat Bareng Santun (LABAS) Desa Sakra Selatan kembali digelar dengan suasana penuh semangat di kediaman Bapak H. Mastur, yang juga berperan sebagai tutor sekaligus pembina program ini. Acara ini menjadi momen penting dalam upaya pelestarian bahasa adat Sasak yang telah menjadi salah satu kekayaan budaya Desa Sakra Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, hadir pula beberapa anggota bapak-bapak Kawil yang merupakan bagian dari LABAS, yang ikut aktif mengikuti proses pembelajaran dan diskusi. Keterlibatan mereka menunjukkan betapa besar perhatian dan komitmen para tokoh adat terhadap keberlangsungan bahasa serta budaya lokal di era modern saat ini.
Program LABAS tidak hanya sekadar pengajaran bahasa, melainkan sebuah gerakan strategis untuk menjaga identitas budaya yang unik dari masyarakat Sasak, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan cinta akan akar tradisi di kalangan generasi muda. Dengan metode pembelajaran yang santun dan dialogis, peserta diajak untuk memahami dan menguasai bahasa adat bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana mengekspresikan nilai-nilai budaya yang luhur.
Kegiatan yang diselenggarakan di rumah Bapak H. Mastur ini berjalan dengan lancar dan penuh kekeluargaan. Suasana keakraban dan rasa saling menghargai begitu kental terasa, menjadi cerminan dari filosofi LABAS yang mengedepankan komunikasi santun dalam menghidupkan kembali warisan leluhur.
Melalui program ini, diharapkan bahasa adat Sasak dapat terus lestari, sekaligus memperkuat daya tarik budaya lokal sebagai aset penting Desa Sakra Selatan di tengah arus globalisasi yang kian deras. Komitmen LABAS dan para anggotanya menjadi teladan bagi desa-desa lain dalam menjaga sekaligus mengembangkan warisan budaya nusantara.