Apel Senin Penuh Isyarat: Duka Cita Warga, Update HUT Desa, dan Seruan Disiplin Digital di Sakra Selatan
Desa Sakra Selatan, Lombok Timur, 3 November 2025 – Pagi Senin yang cerah di Desa Sakra Selatan, Kecamatan Sakra, kembali diwarnai rutinitas positif dengan pelaksanaan apel rutin Pemerintah Desa pada 03 November 2025. Bertempat di Lapangan Kantor Desa, acara ini diikuti khidmat oleh seluruh perangkat desa dan staf, dengan Bapak Kepala Desa Lalu Burhan A.Md.Kep. sebagai pembina apel utama. Seperti apel-apel sebelumnya yang rutin digelar setiap Senin—Jum'at 13 Oktober atau 29 Oktober lalu—kali ini tak hanya soal koordinasi kerja, tapi juga menyentuh urusan hati dan masa depan desa yang luasnya kurang lebih 591 hektar dan dihuni lebih dari 8.500 jiwa, mayoritas petani padi serta tembakau.
Dalam sambutannya yang singkat tapi padat, Bapak Lalu Burhan membuka dengan nada berduka, menyampaikan berita pilu atas meninggalnya salah satu warga di Dusun Karang Baru. "Kita semua berduka atas kepergian saudara kita ini. Mari kita panjatkan doa bersama agar arwahnya tenang, dan keluarga diberi kekuatan," katanya, mengingatkan betapa eratnya ikatan kekeluargaan di desa Sasak yang guyub ini. Pesan ini langsung menyentuh hati peserta, memperkuat solidaritas di tengah kehidupan sehari-hari yang penuh tantangan alam.
Tak ingin suasana suram berlarut, beliau langsung beralih ke update positif: persiapan terbaru "Rona-Rona", rangkaian kegiatan penyambutan HUT ke-15 Desa Sakra Selatan yang bertema "Betanduran Gumi Paer Desa Sakra Selatan Pandik Daus, Janjam Jalung, Popot Purak". Tema ini, yang melambangkan penanaman kebaikan, kepemimpinan bijak, kebersamaan rukun, dan pembersihan hati dari negatif, jadi semangat utama. Beliau jelaskan bahwa tim sedang gencar mempersiapkan acara puncak seperti Pawai Alegoris Budaya Sasak pada 9 November nanti di Lapangan Desa. "Semua harus siap, biar HUT kita jadi pesta kemakmuran yang tak terlupakan," tegasnya, sambil menekankan urgensi penyebaran undangan oleh humas dan kepala wilayah. "Segera sebarkan undangan ini ke seluruh warga, agar partisipasi maksimal dan desa kita makin bersatu."
Poin krusial selanjutnya adalah pengenalan absensi digital dari pemerintah pusat untuk perangkat desa. Ini langkah modern untuk tingkatkan transparansi dan efisiensi, sejalan dengan upaya digitalisasi layanan desa yang sudah mulai diterapkan di Lombok Timur. "Ini wajib kita terapkan, supaya kerja kita lebih akuntabel dan pelayanan ke warga tak terganggu," ujar beliau, menambahkan bahwa inovasi ini akan bantu desa bersaing di era digital.
Menutup apel, Bapak Lalu Burhan menekankan pesan inti: "Mari jaga kedisiplinan bersama demi pelayanan profesional kepada masyarakat Desa Sakra Selatan." Ajakan ini bukan sekadar kata-kata; ia jadi pengingat bahwa di balik tradisi Sasak yang kaya, desa ini terus berinovasi untuk kesejahteraan warganya. Apel yang selesai dalam 30 menit itu diakhiri doa bersama, meninggalkan motivasi tinggi bagi tim untuk minggu-minggu sibuk menjelang HUT. Inisiatif seperti ini bukti komitmen Pemerintah Desa Sakra Selatan dalam membangun desa yang harmonis, di mana duka dan sukacita dibagi, serta masa depan direncanakan dengan disiplin.