Ribuan Warga Saksikan Pagelaran Kesenian Cilokak Tokol dan Tari Tradisional Memeriahkan HUT Ke-15 Desa Sakra Selatan
Jumat malam, 7 November 2025, masyarakat Desa Sakra Selatan berkumpul meriah di lapangan desa untuk menyaksikan rangkaian acara lanjutan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Desa Sakra Selatan. Mengusung tema “Betanduran Gumi Paer Desa Sakra Selatan Pandik Daus, Janjam Jalung, Popot Purak,” pagelaran kesenian tradisional ini menjadi salah satu titik puncak perayaan yang sarat makna budaya dan kebersamaan.
Acara malam hari tersebut menampilkan kesenian musik tradisional Cilokak Tokol dari kelompok Temu Karya 05 yang dipandu oleh Guru Mustamin. Pertunjukan ini tidak hanya menghadirkan keunikan dan keindahan seni musik lokal yang khas, tetapi juga mampu memikat ribuan warga yang memadati lapangan dengan antusiasme yang tinggi. Kehadiran masyarakat yang sangat besar ini menjadi bukti kuat bahwa seni dan budaya tradisional masih memiliki tempat istimewa dalam kehidupan sosial Desa Sakra Selatan.
Selain musik Cilokak Tokol, pagelaran tersebut juga turut menghadirkan penampilan tari tradisional yang dibawakan oleh para adik-adik generasi muda desa. Persembahan tari ini menambah warna dan semarak suasana, sekaligus memperlihatkan keberlanjutan dan pelestarian nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Melalui penglibatan generasi muda, diharapkan identitas budaya desa tetap hidup dan berkembang dalam menghadapi perubahan zaman.
Bapak Kepala Desa dan perangkat desa hadir memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini, menegaskan komitmen Pemerintah Desa Sakra Selatan dalam melestarikan serta mengembangkan kesenian lokal sebagai bagian penting dari pembangunan sosial budaya desa. Acara ini juga menjadi sarana hiburan sekaligus penguat kebersamaan, di mana seluruh elemen masyarakat, mulai dari bapak ibu hingga anak-anak, dapat menikmati waktu berkualitas di tengah padatnya agenda perayaan.
Pagelaran Kesenian Cilokak Tokol dan tari tradisional ini bukan sekadar hiburan, melainkan langkah strategis dalam menjaga warisan budaya agar tetap lestari dan diberi ruang untuk tumbuh. Dengan begitu, Desa Sakra Selatan tidak hanya merayakan hari jadinya, tetapi juga memperkuat jati diri yang tercermin dari kearifan lokal dan budaya yang kaya.
Melalui rangkaian acara yang sarat makna budaya ini, HUT Ke-15 Desa Sakra Selatan menjadi lebih dari sekadar peringatan ulang tahun; ia menjadi momentum pengukuhan kebersamaan, pelestarian seni dan budaya, serta semangat untuk terus maju sebagai komunitas yang harmonis dan berbudaya tinggi.