Desa Sakra Selatan Melestarikan Budaya Sasak dengan Pembacaan Naskah Lontar MEMAOS dalam Rangkaian HUT Ke-15Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-15 Desa Sakra Selatan
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-15 Desa Sakra Selatan, rangkaian acara dilanjutkan dengan sebuah kegiatan yang sarat makna budaya, yakni pembacaan Naskah Lontar atau yang dikenal dengan sebutan MEMAOS. Kegiatan ini digelar pada Sabtu malam, 8 November 2025, bertempat di lapangan Desa Sakra Selatan, sebagai bagian dari tema besar “Betanduran Gumi Paer Desa Sakra Selatan Pandik Daus, Janjam Jalung, Popot Purak.”
Pembacaan MEMAOS merupakan upaya yang sangat penting dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Sasak, khususnya bagi generasi muda Desa Sakra Selatan dan sekitarnya. Dengan menampilkan seni budaya tradisional ini, masyarakat tidak hanya diajak untuk bernostalgia tetapi juga untuk lebih memahami dan menghargai nilai-nilai luhur yang terkandung dalam budaya Sasak. Kegiatan ini menjadi ajang kebahagiaan bersama sekaligus sebagai momentum pemersatu seluruh elemen masyarakat.
Pada malam itu, pembacaan Naskah Lontar dibawakan oleh Bapak H. Ilham Masturo yang merupakan Gandek Toak sekaligus pemangku adat yang dihormati di Desa Sakra Selatan. Beliau tampil bersama rombongan adat yang turut menjaga keaslian dan kesakralan prosesi MEMAOS. Selain itu, LABAS Desa Sakra Selatan hadir sebagai penanggung jawab teknis pelaksanaan kegiatan, memastikan acara berjalan lancar dan khidmat.
Acara MEMAOS pada malam itu tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana pembelajaran dan refleksi diri, terutama melalui tembang-tembang lawas yang dibawakan sebagai bagian dari pengiring acara. Tembang-tembang tersebut mengandung pesan moral dan nasihat yang sangat relevan bagi setiap individu, terutama bagi para pemimpin, sebagai sumber inspirasi dalam menjalankan amanah dan bertindak sesuai prinsip luhur budaya.
Antusiasme masyarakat sangat tinggi terlihat dari kerumunan warga yang memadati lapangan Desa Sakra Selatan untuk menikmati malam budaya yang penuh makna ini. Kehadiran mereka mengindikasikan dukungan dan rasa bangga terhadap upaya pelestarian budaya lokal yang tengah dijalankan desa.
Dengan terselenggaranya acara ini, Desa Sakra Selatan tidak hanya memperingati hari jadinya tetapi juga secara nyata meneguhkan komitmen untuk mempertahankan dan memperkaya tradisi budaya Sasak, sekaligus menyatukan masyarakat dalam kebersamaan dan kebanggaan atas identitasnya. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai kearifan lokal terus diwariskan agar tetap hidup dan berkembang menghadapi perkembangan zaman.
Peringatan HUT Ke-15 Desa Sakra Selatan dengan pembacaan MEMAOS ini menjadi cermin nyata bagaimana tradisi dan kemajuan dapat berjalan beriringan, memperkuat jati diri desa sekaligus memupuk rasa persatuan dan cinta tanah air.