Program LABAS Desa Sakra Selatan Terus Lestarikan Bahasa dan Budaya Adat Sasak
Pada hari Jumat, 10 Oktober 2025, Desa Sakra Selatan kembali menggelar kegiatan lanjutan dari program LABAS (Lembaga Adat Bareng Santun), sebuah inisiatif penting yang bertujuan untuk melestarikan bahasa dan budaya adat Sasak di tengah perkembangan zaman. Kegiatan yang berlangsung di kediaman Bapak H. Mastur ini menjadi momentum berharga bagi para anggota LABAS dan masyarakat desa untuk terus memperdalam pemahaman terhadap nilai-nilai adat dan seni tradisional.
Program pembelajaran dalam kegiatan LABAS kali ini menitikberatkan pada pengajaran bahasa adat Sasak, sebuah bahasa yang tak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga sarana penyalur identitas dan warisan budaya yang kaya di masyarakat setempat. Selain itu, peserta juga diberikan kesempatan untuk belajar menembang syair, sebuah bentuk seni verbal tradisional yang mengandung nilai estetik dan filosofis tinggi dalam kebudayaan Sasak.
Kegiatan yang dipandu oleh Bapak H. Mastur, selaku tutor sekaligus pembina LABAS, berjalan dengan penuh antusiasme dan kesungguhan dari semua peserta. Kehadiran Bapak Bapak Kawil, anggota aktif LABAS, turut memperlihatkan komitmen kolektif dalam menjaga dan meneruskan tradisi kultural yang dimiliki oleh masyarakat Desa Sakra Selatan.
Program LABAS bukan sekadar aktivitas pembelajaran semata, melainkan juga merupakan upaya strategis dalam menjaga agar bahasa dan adat istiadat leluhur tidak hilang ditelan perkembangan modernisasi. Dengan membangkitkan kembali praktik berbahasa Sasak dan seni menembang syair, LABAS menjadi penjaga nilai kebudayaan yang menjadi pondasi kuat identitas masyarakat setempat.
Melalui kegiatan rutin seperti ini, Desa Sakra Selatan menunjukkan keseriusan dan kepeduliannya terhadap pelestarian budaya lokal, yang pada akhirnya mampu memperkuat rasa kebanggaan dan jati diri warganya. Kegiatan LABAS diharapkan dapat menjadi contoh inspiratif bagi desa-desa lain dalam mengelola dan menjaga tradisi adat yang bernilai luhur.
Dengan semangat kebersamaan dan visi jangka panjang, LABAS terus mengukir langkah demi langkah dalam membumikan warisan budaya Sasak agar tetap hidup dan relevan di tengah dinamika zaman.